Music Library

GKI Peterongan Semarang

Archive for Buku Puji Tuhan Mahakasih Paduan Suara Pemuda (SATB) – YAMUGER

Haleluya! Pujilah Allah Dalam Tempat KudusNya

HALELUYA! PUJILAH ALLAH DALAM TEMPAT KUDUSNYA
(Berdasarkan Mazmur 150)
E.L. Pohan-Shn 1992

Haleluya, haleluya, haleluya!
Pujilah Allah dalam tempat kudusNya.
Pujilah Dia dalam cakrawalaNya yang kuat.
Pujilah Dia kar’na segala keperkasaanNya.
Pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat.
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala.
Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,
Pujilah Dia dengan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang.

Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan.
Haleluya!

 

Aku Memandang Ke Gunung-gunung

AKU MEMANDANG KE GUNUNG-GUNUNG
(Berdasarkan Mazmur 121)
Pontas Purba 2002

Aku memandang ke gunung-gunung dari mana datang pertolongan.
Pertolonganku datang dari Tuhan; Pencipta alam semesta.
Tuhan takkan membiarkan kakimu goyah.
Pelindungmu s’lalu berjaga, penjagamu takkan terlelap.
Tuhanlah menjagamu, Tuhanlah naunganmu.
Ia disampingmu untuk melindungi.
Siang malam engkau dilindungi, Ia s;lalu menjaga nyawamu.
Tuhanlah penjagamu, keular dan masukmu di tangan Tuhan yang menjagamu, pelindung.
Tuhanlah penjagamu, tetap Tuhan menjagamu.
Tuhanlah pelindungmu dan Tuhanlah menjagamu dari mara dan bahaya, sekarang dan s’lama-lamanya, kini dan selama-lamanya.
Amin.

 

Kami Datang Di HadiratMu (Bersama Keluarga)

KAMI DATANG DI HADIRATMU (BERSAMA KELUARGA)
Lirik & Lagu: Robert & Lea Sutanto
Aransemen: J.T. Silangit

Kami datang di hadiratMu dalam satu kasih, dengan bersehati.
Berjanji setia sampai akhir mengasihiMu Tuhan.
Bersama k’luargaku melayani Tuhan; bersatu s’lamanya mengasihi Engkau.
Tiada yang dapat melebihi kasihMu, ya Tuhan.
Bagi kami Engkau segalanya.

Gelombang badai hidup coba menghalangi, namun kuasa Tuhan buka jalan kami.
Bersama k’luargaku melayani Tuhan; bersatu s’lamanya mengasihi Engkau.
Tiada yang dapat melebihi kasihMu, ya Tuhan.
Bagi kami Engkau segalanya.

Hidup Kita Yang Benar

Hidup Kita Yang Benar
Lirik: Johannes Mozes Malessy 1980
Arr: H. A. Pandopo 1984 (SATB)
Johannes Mozes Malessy 2008 (SAA/TBB)

Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur.
Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur.
Dalam susah pun senang, dalam segala hal,
aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!

Biar badai menyerang, biar ombak menerjang,
aku akan bersyukur kepada Tuhanku.
Dalam susah pun senang, dalam segala hal,
aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!

Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur,
karna Kristus, Penebus, berkurban bagimu!
Dalam susah pun senang, dalam segala hal,
aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!

Bertekun bersyukurlah hingga suaraNya kau dengar:
“Sungguh indah anakKu, ungkapan syukurmu.”
Dalam susah pun senang, dalam segala hal,
aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!

Tuhan Yesus, tolonglah, sempurnakan syukurku.
Roh Kudus berkuasalah di dalam hidupku!
Dalam susah pun senang, dalam segala hal,
aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!

 

FirmanMu Itu Pelita

FirmanMu Itu Pelita
Alfred Simanjuntak

Pada mulanya Tuhan ciptakan langit dan bumi semesta,
bumi pun kosong, gelap gulita yang menutupi samudra raya.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah trang cahaya.”
Adam dan Hawa juga diciptakanNya,
diciptakan indah semuanya, jadi pujian bagiNya.
Malaikat pun di sorga memuliakan Allah.

Namun manusia digoda ular Iblis.
Manusia jatuh dalam dosa,
mereka makan buah yang terlarang.
Manusia jatuh, manusia jatuh, manusia jatuh dalam dosa,
manusia jatuh dalam dosa.

Namun Allah Bapa yang Mahakasih, Bapa yang Mahamurah penuh anugerah.
DiutusNya firmanNya yang memberi cahaya: terang dalam kegelapan, terang dalam kegelapan dan membuat manusia bahagia.

Coda:
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang, dan terang,
dan terang bagi jalanku.

 

Fenomena Indah Dalam Hati Bersemi

Fenomena Indah Dalam Hati Bersemi
Pontas Purba 1994

Fenomena indah dalam hati bersemi kurasakan bagai air yang segar.
Pengalaman kasih dalam jiwa berseri membuat sukacita pun mekar.

Jika Tuhan pakai menyalurkan kasihMu, Tuhan tolong dan mampukan diriku,
agar dalam hati dan seluruh hidupku kasihMu meresap di hatiku.

Sucikan hati agar tetap jernih, salurkan kasih yang suci.

Fenomena (4x)

Oh, betapa indahnya kasih Tuhanku hidup saling memb’ri.
Bukan gemerlapnya kasat mata tersemu, tetapi rasa damai di hati.

 

Besarlah Tuhan, Layak Dipuji

Besarlah Tuhan, Layak Dipuji
(berdasarkan Mazmur 48:1-3, 10-12)
Wahono Hadi 2008

Besarlah Tuhan, (Tuhan Mahabesar) layak dipuji,
gunungNya kudus menjulang tinggi, seluruh bumi gembira ria,
sebab Tuhan Raja Yang Besar.
Kami mengingatMu (Haleluya) besar setiamu, (puji Tuhan)
termasyhur namaMu ke ujung bumi.
Di tangan kananMu penuh keadilan.
Biarlah umatMu bersukacita.

Besarlah Tuhan, layak dipuji, gunungNya kudus menjulang tinggi,
seluruh bumi gembira ria, sebab Tuhan Raja Yang besar.
Kami mengingatMu: besar setiaMu, termasyhur namaMu ke ujung bumi,
di tangan kananMu penuh keadilan. Biarlah umatMu bersukacita.

Kami mengingatMu: besar setiaMu, termasyhur namaMu ke ujung bumi,
di tangan kananMu penuh keadilan. Biarlah umatMu bersukacita.

 

Bapa Kami Yang Di Sorga

Bapa Kami Yang Di Sorga
(Berdasarkan Matius 6:9-13)
Lirik: Michiel Karatem 2008/2009
Arransemen: Wahono Hadi 2009

Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu,
datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah aku, dan ampunilah aku.

Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu,
datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskan kami daripada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
sampai selamanya. Amin.

Pasanglah Telingamu, Hai Insan

Pasanglah Telingamu, Hai Insan
Michel Karatem 2009

Pasanglah telingamu, hai insan, apakah yang kau dengarkan?
Ratap tangis tanah-tanah tandus atas kehancurannya.
Margasatwa kesulitan menemukan hutan huniannya.
buah dan biji-bijian;
Betapa sulit didapatkannya, sulit didapatkannya.

Bukalah matamu, hai insan, terbentang lautan luas.
Pandanglah pantai pun termakan laut,
tanjung pun teluk terkikis.
ikan-ikan kesulitan menemukan karang huniannya.
hutan bakau juga terumbu karang, betapa rusak dikeruk insan,
rusak dikeruk insan.

Bukalah hatimu, hai insan,
jawablah kehancuran alam ini.

Haleluya! Puji Tuhan Mahakasih

Haleluya! Puji Tuhan Mahakasih
Bambang Yuswohadi   2008

Haleluya! Puji Tuhan Mahakasih,
atas kemurahanNya kepada dunia.
Allah datang jadi manusia,
Dialah Yesus namaNya,
Dialah Juruslamat dunia.

Mari sambut Raja yang besar, sambutlah.
Ingatlah kasiNya padamu, ingatlah!
Dia Raja mulia, turun dari sorga.
Mari sambut kedatanganNya.

Mari bersama-sama kita ikut teladanNya,
Dia rela jadi manusia.
Mari bersama-sama melayani satu sama lain,
itu tugas mulia pengikutNya.

Tuhan jadi sama seperti manusia,
Dia meninggalkan takhtaNya yang mulia.
Dia melayani manusia, manusia yang penuh cela,
menyelamatkan dari maut.

Mari melakukan firmanNya,
lakukan dan menolong orang terbeban, tolonglah!
Dia mengasihi tiap manusia,
Dialah panutan yang benar.

Mari bersama-sama menyenangkan hatiNya,
dalam tiap tingkah laku kita.
Marilah kita menyatakan kasih satu sama lain,
itu tugas mulia dari Tuhan.
Tugas mulia bagi umatNya.

« Newer entries